Feeds:
Pos
Komentar

Lepi Is Back!

Lepi alias Ion adalah notebook saya yang baru berusia 3 bulan. Si Lepi ini adalah hasil kerja keras saya selama berbulan-bulan yang saya beli di sebuah pameran komputer di sebuah mal elektronik di Jalan Ahmad Yani. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dan bujet, akhirnya pilihan saya jatuh pada sebuah notebook dari Toshiba yaitu A 215.

Beberapa waktu belakangan saya baru memperhatikan bahwa opsi ‘hibernate’ pada si Lepi telah hilang entah kemana. Selain itu, OS Windows XP yang sengaja saya minta diinstalkan untuk mengantisipasi beberapa peranti lunak arsitektural yang belum kompatibel dengan Windows Vista macam SketchUp atau ArchiCAD sering tidak stabil dan mati di tengah jalan.

Akhirnya, hari Sabtu lalu dengan berat hati saya membawa si Lepi ke toko tempat dulu membeli dengan pertimbangan garansi. Sesampainya di toko, ternyata OS tidak masuk dalam garansi dan saya harus membayar 100 ribu rupiah bila ingin menginstall ulang di toko tersebut. Karena sudah terlanjur capek datang ke Jalan Ahmad Yani sana, akhirnya si Lepi saya tinggalkan di toko untuk diinstall ulang.

Sekeluarnya dari toko saya seperti linglung. Berhubung akhir bulan, uang 100 ribu jelas bukan perkara yang mudah. Selama hari-hari berikutnya saya memutar otak untuk mendapatkan uang ekstra guna menebus si Lepi. Sebuah SMS masuk ke ponsel saya, “sal, lo masuk nominasi 10 besar Lomba Cerpen PBT!”. Yes, ucap saya dalam hati. Peluang saya untuk memenangkan lomba dan dapat uang adalah 3/10 alias 30%. Tunggu punya tunggu, akhirnya saya hanya menjadi nominee saja dan cukup mendapat sebuah sertifikat cantik.

Beberapa waktu kemudian, ponsel saya kembali berbunyi. Sebuah tawaran merancang ulang fasilitas student center sebuah SMP di Bogor datang menghampiri. Langsung saya iyakan demi uang bayaran proyek. Masalahnya, uangnya baru akan dibayarkan akhir bulan ini. Harapan saya untuk menebus si Lepi pupus lagi.

Akhirnya, hari ini si Lepi sudah kembali ke tangan saya. Asal uang untuk menebusnya akhirnya datang dari uang saku bulanan. Berarti, bulan ini saya harus benar-benar berhemat karena uang saku saya sudah terpotong ongkos servis si Lepi. Yasudalah, tak apa-apa. Demi Lepi, aku rela. Akhirnya, Lepi is Back!

Iklan

Malu aku jadi senator

Jika saat sidang hanya membawa nama pribadi

Mengatasnamakan pikiran sendiri

Menyimpan hasil keputusan rapat dalam buku belaka

Tanpa menyampaikannya pada lembaga

Bangga aku jadi senator

Saat kening berkalang kerut

Kelopak mata berjuang melawan kantuk

Demi merumuskan perbaikan

Untuk kemahasiswaan

Saat ini dan masa depan

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater

Ini Duniaku

waaaaa,, senangnya..

bisa teriak2 sesukanya di sini…

gada yang boleh protes

gada yang boleh marah2

cuma sali yang boleh

karena ini dunia sali!!!